Volunteering at Dejavato Foundation
Salut! Ku berpikir harus segera
menulisnya karena ingatan manusia sangatlah terbatas.
First, aku mau share pengalamanku
mengikuti sebuah program dari salah satu organisasi di Semarang.
Let me know
Dejavato merupakan salah satu
organisasi di semarang yang bergerak di bidang sosial dan budaya gampangnya
adalah menjembatani kita untuk exchage ke luar negeri. Well, I decided to join
one of program is called Volunteer Companion Japan. Program ini dibuka sekitar
bulan Desember 2018 kemudian pelaksanaan programnya bulan Januari-Maret 2019.
Jadi programnya adalah as local
volunteer to pick up, drop off from airport and as guide to them. Kebetulan aku
ketrima program dan mendapatkan job untuk pick up di Bandara Ahmad Yani
Semarang. Pada tanggal 10 Februari 2019, aku sama partner baru namanya Kak Arga
menjemput 3 volunteer dari Jepang. Namanya Kuwabara Moemi (19), Takeo Yuka (19)
dan Yasutake Moe (20). Terima kasih karena program ini aku menginjakkan kaki di
bandara untuk pertama kalinya J
1. Moemi kuliah jurusan French
Literature (aku lupa kuliah dimana)
2. Yuka kuliah jurusan Geografi di
Tokyo University
3. Moe kuliah di APU University (aku
lupa kuliah jurusan apa)
Suatu pagi buta aku mendapatkan pesan dari
Moemi kalau kopernya kena masalah alias masuk Bea Cukai karena ada barang
mencurigakan di kopernya tapi posisinya dia sudah di Jakarta dan akan flight to
Semarang. Aku gak ngerti lagi harus gimana karena ini pertama kalinya. Langsung
tanya google. Google Cuma ngasih tahu kalau kopernya tertahan di suatu negara
berarti mereka akan dapat kode PIR untuk melacak kopernya sudah sampai mana.
Akhirnya, kita tanyakan kepada pihak Bandara Ahmad Yani di bagian Bagasi dan
mereka hanya memberikan informasi untuk menghubungi pihak Bandara
Soekarno-Hatta dan dikasihlah nomor telepon. Kita berusaha menghubungi tetapi
tidak ada respon dan salah satu koordinator kita Kak Rudi menyarankan untuk
send email ke maskapai. Tapi karena kita tidak tahu akhirnya koordinator kita yang
betindak. Aku melanjutkan perjalanan untuk pick up Yuka dan Moe. Setelah
menunggu beberapa jam aku langsung bertemu mereka. Mereka sangat ramah dan
baik. We go to homestay.
Banyak hal yang kita bicarakan
terutama apa alasan mereka untuk menjadi volunteer di Indonesia terutama di
Semarang. Alasan mereka adalah Indonesia negara yang terkenal dengan keramah
tamahan jadi mereka tidak takut untuk pergi ke Indonesia. Bangga aja ketika
mereka mengatakan itu serta buat kita tertampar dengan umur mereka yang masih
muda. Mereka berani challenge themselves meskipun merek tidak begitu lancar
bahasa inggris tapi tekad mereka sangat keren karena semua perlu belajar. Important
thing! handphone orang jepang tidak dapat menggunakan SIM CARD di Indonesia
karena mereka harus unlock di Jepang dulu sebelum memakai SIM CARD di luar
negeri. Alhasil mereka disini hanya mengandalkan WIFI.
Job terakhir kita sebelum mereka
melaksanakan tugas masing-masing di sekolah. Kita mengajaknya keliling kota
Semarang serta mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Lawang Sewu,
Rainbow Village dan Sam Poo Kong dan berakhir dinner bersama. So haapy to see
them. I hope to see them later. Maybe in Japan. BYE
Komentar
Posting Komentar