Thank you! Mom!



Tak pernah terfikirkan olehku ada seorang manusia yang mencintai manusia lain begitu tulusnya tanpa minta balasan. Terlahir dari seorang wanita yang memiliki ketangguhan luar biasa adalah suatu kebanggaan dalam hidupku, hingga tiada bandingnya. Upaya wanita hebat ini untuk memperjuangkan kehidupan layak untuk anaknya sungguhlah tiada batasnya. Banyak ketidaktahuan dalam dirinya mengingat pendidikan terakhirnya di Sekolah Menengah Kejuruan. Aku yakin setiap manusia di dunia ini yang memiliki manusia hebat ini di hidupnya pastilah akan bangga. Kehidupanku dipenuhi dengan kerja keras, perjuangan dan air mata untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. 

Bahkan wanita hebat ini sungguh multi-tasking dalam mengerjakan segala hal dari mengurus orang lanjut usia, anak-anak yang begitu nakal, bapak yang selalu butuh bantuan dalam hal apapun, dan bekerja mencari nafkah untuk menambah penghasilan rumah.Wanita hebat ini tidak bisa mengendarai motor katanya "Wedi nek dijejeri wong" seperti halnya saya yang selalu marah karena wanita hebat ini tidak mau belajar, jika ingin pergi ke tempat yang diinginkan. Hobinya selalu mengendarai sepeda mininya yang telah lekat denganya karena kemanapun pergi agar tidak merepotkan orang lain, Ibuk selalu menggunakan sepeda. Bahkan di zaman yang sudah ada teknologi ojek online, ibu lebih suka menggunakan sepedanya. Ibuk selalu bergumih bahwa jika naik ojek online takut akan tindak kejahatan dan lain sebagainya. Itulah Ibuk yang selalu memiliki cara untuk melindungi diri dari berbagai hal buruk yang akan menimpanya. Terkadang ku sangat kesal tapi apalah daya, dapat dilihat hasil akhirnya setelah pulang yakni menempelkan beberapa koyok di tubuhnya ujarnya "sangat lelah mengendarai sepeda" haha

Teringat akan perjuangan Ibu membesarkanku, ketika sudah menginjak Sekolah Menengah Pertama, aku tidak berhasil untuk mendapatkan nilai bagus karena waktu Sekolah Dasar aku terkena sakit radang amandel dimana penyakit ini sangat menganggu aktivitasku saat sekolah. Aku sering terserang demam, pilek dan batuk yang membuatku tidak bisa bersekolah secara normal. Hingga akhirnya beberapa kali datang ke rumah sakit untuk mendapatkan kesempatan operasi. Dalam 1 bulan aku selalu melakukan kontrol dan seperti biasanya aku selalu dibonceng naik sepeda sama Ibu karena waktu itu kita belum memiliki kendaraan bermotor dengan sabar dan kuatnya Ibu mengayuh sepeda tanpa henti padahal jarak rumah ke rumah sakit 10 km. Dulu aku mengeluh karena kenapa harus selalu naik sepeda bukannya naik kendaraan atau transportasi umum, tetapi kata Ibu untuk menghemat biaya. 

Mulailah aku menginjak dewasa dimana waktunya aku memasuki Sekolah Menengah Kejuruan. Kesekian kali bahwa saat mendaftar sekolah pun, aku diantar dengan menggunakan sepeda. Kali ini berbeda karena aku sudah semakin berat, kemudian Ibu memutuskan untuk membelikanku sepeda baru. Ternyata saat aku diterima di salah satu sekolah keperluan dan biaya semakin banyak, Ibuku memutar otak agar bisa menyekolahkanku. Hingga akhirnya daftar ulang terakhir dan Ibu lupa karena terlalu banyak hal yang Ia kerjakan dirumah. Sesampainya di sekolah sangatlah mengejutkan karena harus bayar lunas tetapi yang Ibu bawa hanya uang sebesar 500 ribu dan itupin hanya cukup untuk membayar seragam sekolah. Tanpa takutnya berani menemui kepala sekolah agar diberi waktu untuk pelunasan. Aku duduk terdiam diluar ruangan sambil bergumam kerasnya perjuangan Ibu tanpa malu dan takut memohon agar anaknya tetap bisa bersekolah. Suatu hari nanti aku akan buatnya bangga dan tersenyum lebartanpa harus malu dan takut lagi. 

Akhirnya mimpiku terwujudkan karena aku berhasil diterima di salah satu perguruan tinggi negeri. Ibu sangat bahagia dan bangga. Aku tidak bisa membayangkan doa dan perjuangan Ibu sangatlah berharga karena bonus yang diberikan Allah yakni aku dapat kesempatan mengunjungi sebuah negara impianku dari lama. Ibu tiada kata yang bisa kuungkapkan dan kini aku menikah dengan laki-laki baik dan sangat menjaga anakmu. Ibuk tidak perlu khawatir lagi. Akan kudoakan selalu dirimu. Terima kasih Ibu sudah melahirkan, menyayangi, dan menjadikanku wanita mandiri, kuat dalam segala hal. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Sastra Perancis?

Culture Shock in France for Indonesian