Kenapa Bisa Ke Turki?
Halo semuanya,
Anyway, aku di Turki kebetulan diajak sama mbak Yun buat explore tentang Turki. Doi adalah seorang traveler, photographer, MUA yang memiliki berbagai bisnis kreatif lainnya termasuk buat tour ke luar negeri buat backpaker, Nanti bisa cek instagram juga @yunnningsih. Random banget sih cara berfikirnya sehingga apa-apa bisa menghasilkan uang, dan doi memilih Turki karena pertama bebas visa dan harga tiket pesawat di masa pandemi jauh lebih murah meskipun murahnya gak murah banget but worth it! Tapi kalau bicara tentang Turki pasti banyak yang ngomongin soal Cappadocia alias "its my dream, not her" seluruh penjuru Indonesia pasti tahulah ya dengan script dialog yang dilontarkan seorang Kinan pada serial Layangan Putus dan sedang hype di negara kita. Tapi terbukti sih lonjakan wisatawan terutama di Indonesia melejit setelah ada serial tersebut. Terbukti aku menjumpai banyak orang Indonesia selama disana.
Sebelum
membuat tour biasanya perlu tahu dulu tentang negara tersebut agar tahu biaya
hidupnya berapa, kondisinya seperti apa, cuacanya, penginapannya dan
makanannya. Mungkin banyak yang tanya kan ada internet? gak bisa guys hanya tau
dari internet karena gak semuannya ada di internet. Kita juga perlu tahu gak
enaknya di negara tersebut seperti apa bahkan setiap orang pasti mengalami hal
yang berbeda-beda dan harus aktif komunikasi biar tahu sepenuhnya tentang
Turki. Tapi karena kendala kami di bahasa jadi kita memutuskan untuk bertemu di
salah satu mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Turki.
Namanya Miftah, dia sudah tinggal 6 tahun karena ternyata dia menempuh
pendidikan SMA - nya juga disana. Saat ini dia kuliah di Biruni University dan mengambil
jurusan psikologi. Jurusan yang paling bergengsi di Turki jadi ketika orang
turki mendengar ada yang sekolah mengambil jurusan psikologi terlihat luar
biasa karena orang-orang di Turki "gemar" datang ke psikolog untuk
konsultasi kata Mifta "orang turki dikit-dikit ke psikolog".
Singkat
aja ya guys, jadi itu alasan aku bisa ke Turki. Perjalanan ini gak ada rencana
jauh-jauh hari dan cuma 2 minggu karena mengingat pandemi sudah semakin pulih
ditambah tiket pesawat masih dengan harga terjangkau. Lebih baiknya sebelum
melakukan perjalanan memang harus dipersiapkan lebih lama agar matang ya guys,
jadi konsep kesempatan gak datang 2 kali melekat dalam diriku. Aku menikmati semua perjalanan yang terjadi dan bersyukur di dekatkan dengan orang-orang baik. Yuk ke Turki!

Komentar
Posting Komentar