Kenapa Bisa Ke Turki?

Halo semuanya,



Kali ini aku mau ceritain seluruh perjalanan selama 10 hari di Turki. Jadi buat yang belum tahu, selama 10 hari aku melakukan perjalanan di Turki bersama seseorang dan sebut saja namanya mbak Yun. Sebelumnya aku ga pernah nyangka bakal menginjakkan kaki lagi di luar negeri, apalagi setelah menikah karena harus permisi dulu sama suami haha!

Anyway, aku di Turki kebetulan diajak sama mbak Yun buat explore tentang Turki. Doi adalah seorang traveler, photographer, MUA yang memiliki berbagai bisnis kreatif lainnya termasuk buat tour ke luar negeri buat backpaker, Nanti bisa cek instagram juga @yunnningsih. Random banget sih cara berfikirnya sehingga apa-apa bisa menghasilkan uang,  dan doi memilih Turki karena pertama bebas visa dan harga tiket pesawat di masa pandemi jauh lebih murah meskipun murahnya gak murah banget but worth it! Tapi kalau bicara tentang Turki pasti banyak yang ngomongin soal Cappadocia alias "its my dream, not her" seluruh penjuru Indonesia pasti tahulah ya dengan script dialog yang dilontarkan seorang Kinan pada serial Layangan Putus dan sedang hype di negara kita. Tapi terbukti sih lonjakan wisatawan terutama di Indonesia melejit setelah ada serial tersebut. Terbukti aku menjumpai banyak orang Indonesia selama disana. 

Foto diambil di Taksim Square

Sebelum membuat tour biasanya perlu tahu dulu tentang negara tersebut agar tahu biaya hidupnya berapa, kondisinya seperti apa, cuacanya, penginapannya dan makanannya. Mungkin banyak yang tanya kan ada internet? gak bisa guys hanya tau dari internet karena gak semuannya ada di internet. Kita juga perlu tahu gak enaknya di negara tersebut seperti apa bahkan setiap orang pasti mengalami hal yang berbeda-beda dan harus aktif komunikasi biar tahu sepenuhnya tentang Turki. Tapi karena kendala kami di bahasa jadi kita memutuskan untuk bertemu di salah satu mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Turki. Namanya Miftah, dia sudah tinggal 6 tahun karena ternyata dia menempuh pendidikan SMA - nya juga disana. Saat ini dia kuliah di Biruni University dan mengambil jurusan psikologi. Jurusan yang paling bergengsi di Turki jadi ketika orang turki mendengar ada yang sekolah mengambil jurusan psikologi terlihat luar biasa karena orang-orang di Turki "gemar" datang ke psikolog untuk konsultasi kata Mifta "orang turki dikit-dikit ke psikolog". 

 

Singkat aja ya guys, jadi itu alasan aku bisa ke Turki. Perjalanan ini gak ada rencana jauh-jauh hari dan cuma 2 minggu karena mengingat pandemi sudah semakin pulih ditambah tiket pesawat masih dengan harga terjangkau. Lebih baiknya sebelum melakukan perjalanan memang harus dipersiapkan lebih lama agar matang ya guys, jadi konsep kesempatan gak datang 2 kali melekat dalam diriku. Aku menikmati semua perjalanan yang terjadi dan bersyukur di dekatkan dengan orang-orang baik. Yuk ke Turki!

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thank you! Mom!

Kenapa Sastra Perancis?

Culture Shock in France for Indonesian