Brukk!! Medsosku
Apakah media sosial sudah layak dijadikan media berita atau dimanfaatkan
untuk memberitakan atau menerima berita ? Dalam berkembangnya zaman ,
ditandai dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat terutama di zaman yang
disebut zaman milenial ini, masyarakat disuguhi dengan kemudahan dalam
berkomunikasi yang tak mengenal batas usia baik orang tua, anak-anak dsb. Dengan
munculnya media sosial seperti Instagram, Twitter,
Facebook, dan Youtube hampir masyarakat di dunia menggunakanya tak
terkecuali di Indonesia. Di Indonesia sendiri, berkomunikasi menggunakan media
sosial telah menjamur. Bagaimana tidak? Orang biasa bisa jadi “Artis” dengan
mudah karena viral dalam media sosial. Tak jarang mereka
melampaui batas dalam bermain media sosial sehingga mengundang berbagai
komentar negatif dari warganet.
Berbicara media sosial sekarang ini, pada umumnya digunakan untuk
media berita atau bisa dikatakan dngan memberi berita bahkan menerima berita.
Padahal puluhan tahun TV, Koran, hingga radio mejadi media yang paling utama
sebagai sumber informasi. Hingga era teknologi muncul sebagai sumber informasi
yang utama bagi para netizen. Tak jarang media sosial sebagai pemberi berita
menyebarluaskan berita dengan caranya sendiri dan terkadang tak terduga Basically,
dalam koran dan TV berita telah diolah oleh para jurnalis dengan berpegang
teguh pada kode etik jurnalistik. Tertera sangat jelas bahwa mereka para
‘pemburu berita’ yang sebenarnya dapat dipertanggungjawabkan keabsahan
informasi yang didapatnya, karena melalui proses cek dan ricek yang panjang
hingga akhirnya dapat dirilis di publik. Bertolak belakang pada media sosial
sekarang, informasi yang disebarluaskan di media sosial oleh penggunanya
biasanya tidak memenuhi etika jurnalistik. Bagi sebagian orang yang menerima
informasi pun yg dianggap ‘tertipu’ tak luput menjadi sasaran dari pemberi
informasi yang di dalamnya ternyata mengandung hatespeech. Bahkan
dengan mudah orang-orang yang tak bertanggung jawab ini menyebarluaskan dengan
olahan berbeda denga kata lain ‘palsu’ yang biasa disebut dengan hoax.
Hatespeech dan hoax ini adalah masalah baru di era
teknologi ini yang harus benar-benar diperhatikan. Mau tidak mau, suka atau
tidak zaman kita yang harus bertanggung jawab. Seharusnya kita dapat menyadari
bahwa media sosial sudah membuat Indonesia terpecah belah hanya karena
segelintir orang yang melakukan.Toh kita yang hidup di zaman sekarang sudah
bukan nenek moyang lagi. Jadi media sosial belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan
dengan baik sebagai media berita karena informasi yang tak terdeteksi dengan
benar adanya. Meski begitu, media sosial memiliki kelebihan tersendiri dan
dapat dimanfaatkan dengan positif tanpa harus ada perpecahan. Jika bukan kita
yg bias membut lebih baik, lalu siapa?
Komentar
Posting Komentar